Minggu, 30 September 2018

Jadi Ketua MPW PP Jateng, Bambang Eko Ingin Membumikan Pancasila di Kalangan Milenial

SOSOK H Bambang Eko Purnomo, SE tidak lah asing di Jawa Tengah. Menjadi anggota DPRD Jateng sejak 2009, sejak 2017 dipercaya menjadi Ketua Majelis Pimpinan Wilayah ( MPW) Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Tengah. Sebelumnya menjadi anggota SAPMA Pemuda Pancasila Jawa Tengah.

Dia sosok lelaki yang pemberani, bijaksana, melindungi, dan mengayomi. Dia layak dijadikan panutan baik sebagai suami, sebagai pemimpin organisasi kemasyarakatan atau juga sebagai anggota dewan.

Suami yang menyayangi dan melindungi istri dan anak anaknya. Seorang pemimpin ormas yang bijaksana dan mengoyami anggotanya dan seorang anggota DPRD yang terus memperjuangkan aspirasi masyarakat agar bisa hidup lebih makmur, sejahtera dan bahagia.

Menjadi Ketua MPW Pemuda Pancasila Provinsi Jawa Tengah periode 2017-2022, bagi anggota Komisi C DPRD Jateng dari Fraksi Partai Demokrat ini amanah yang berat. Mengingat Ormas Pemuda Pancasila adalah ormas yang anggotanya sangat banyak dengan latar belakang berbeda beda.
Suami dari Fathiyah Vera Himawati ini mengaku sudah memiliki arah perjuangan yang jelas dan tegas sebagai ketua MPW Pemuda Pancasila Jateng, yakni membumikan Pancasila di negeri ini, utamanya di kalangan penerus bangsa, atau biasa disebut kalangan milenial. Karena dalam kenyataannya, banyak generasi milenial di negeri ini ada tidak paham dengan Pancasila.

“Indikasinya, saat ini banyak generasi milenial yang tidak punya sopan santun, baik kepada yang lebih tua, seumuran atau juga kepada yang lebih muda. Kurang peduli dengan sesama, enggan membantu orang lain, tidak mau bergotong royong. Bahkan tidak sedikit yang nekat melakukan segala cara demi tujuan pribadi yang terkadang tujuan negatif. Adat istiadat ketimuran sudah banyak dilupakan. Bahkan juga mulai muncul kelompok kelompok aliran kiri yang menentang Pancasila. Ini sungguh memprihatinkan,” katanya.

Kurang dikenalnya Pancasila di generasi milenial, diantaranya karena saat ini sudah tidak lagi diajarkan Pancasila secara khusus di dunia pendidikan, baik di tingkat dasar ( SD, SMP), tingkat menangah (SMA) dan tinggi (perguruan tinggi). Kenyataan ini berbeda dengan dulu pada era tahun 1980 hingga 2000 an.

“Dulu ada pelajaran PMP {Pendidikan Moral Pancasila) di SD, SMP dan SMA, serta mata kuliah Pancasila di perguruan tinggi. Dulu juga ada program Penataran P4 untuk murid dan mahasiswa baru. Namun  sekarang ini sudah tidak ada lagi,” terang  lelaki kelahiran Sukoharjo, 3 September 1977.

Fathiyah, Wanita Semarang Sukses Kelola Keluarga dan Perusahaan dengan Filosofi Memanusiakan Manusia

TAK BANYAK wanita di Jawa Tengah yang sukses menjadi ibu rumah tangga dan sekaligus mengelola perusahaan.

Salah satu perempuan yang sukses itu adalah Fathiyah Vera Himawati. Dengan bendera perusahaan PT Bhumi Elang Perkasa (PT BEP) beralamat di Jalan Prasetya Abdi Bangsa Semarang dia berhasil memajukan perusahaan penyedia tenaga jasa.

Menjadi Direktur Utama PT BEP sejak tahun 2009, saat ini perusahaannya menaungi tenaga kerja yang jumlahnya lebih seribu orang. Mereka bekerja di berbagai bidang seperti security, cleaning service, sopir, customer service, sales promotion girl (SPG), sales promotion boy (SPB) dan lain-lain, di Semarang dan berbagai daerah di Jawa Tengah.
“Alhamdulillah, perusahaan kami semakin maju. Jumlah perusahaan atau instansi yang bermitra dengan perusahaan kami juga terus bertambah,” kata wanita kelahiran Semarang, 25 Februari 1977 ini.
Wanita berhijab ini mengatakan puluhan perusahaan / instansi yang sudah menjadi mitranya antara lain bergerak di sektor perbankan, rumah sakit, mall, terminal, tempat parkir, objek vital dan lain-lain.
“Kami bikin perusahaan juga tidak asal. Perusahaan kami sudah ber-ISO 9001, sudah mengantongi izin dari Mabes Polri dan izin-izin dari instansi lain yang terkait. Insyaallah profesional, amanah dan bertanggung jawab. Kepuasan mitra adalah prinsip kami,” bebernya perempuan yang punya hoby travelling dan melukis ini.
Untuk perekrutan tenaga kerja, kata Fathiyah, juga sesuai dengan standarisasi yang ada. Seleksi dilakukan dengan ketat. Pelamar yang diterima adalah mereka yang memiliki kemampuan dan sertifikasi yang memadai, serta sesuai dengan kebutuhan perusahaan mitra. Misal, bagi pelamar juga harus sudah memiliki sertifikat Gada Pratama. Lelaki dan perempuan memiliki kesempatan yang sama.

Pemuda Pancasila Ranting Karangjati Peringati Hari Kesaktian Pancasila

Dalam rangka memperingati hari kesaktian Pancasila, Pemuda Pancasila Ranting Karangjati tergabung dalam keluarga besar Pemuda Pancasila kec Bergas mengadakan kegiatan nonton bareng film sejarah pengkhianatan G30S PKI.

Acara di gelar pada Sabtu , 29 Sept 2018 mulai jam 20.00-24.00, betempat di Halaman Rumah Dinas Kelurahan Karangjati , kec. Bergas. 

Kegiatan yang dicanangkan oleh bung Gunawan Kristianto selaku ketua panitia dan bung Yudha Wijaya,ST selaku ketua ranting. Tujuam acara guna mengajak muda mudi serta masyarakat untuk mengingat sejarah dan kecintaan terhadap tanah air Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh keluarga besar PAC Bergas dan masyarakat sekitar.   Mereka sangat antusias dan mendukung serta menginginkan agar acara ini di tahun depan bisa diputar kembali atau diagendakan lagi. Dalam acara tersebut juga terdapat break dengan memberikan bingkisan dengan menjawab pertanyaan seputar film yang diputar.

Dengan demikian , semakin mempererat persaudaraan antar anggota Pemuda Pancasila. Sampai jumpa kembali di  kegiatan selanjutnya.

Info by : Mas Eric 

Sabtu, 29 September 2018

Baksos Air Bersih Bersama PAC Bringin Semarang dan MPC PP Salatiga

Baksos Air Bersih Bersama PAC Bringin Semarang dan MPC PP Salatiga 
untuk warga Ngropoh dan warga Segoro

#mpwppjatengreborn #bepforjateng #pemudapancasila #pancasilaabadi






Napak Tilas “Pancasila Abadi”, Koti PP Se-Jawa Tengah Jalan Kaki 9,1 Km

Simak Liputannya disini >> Click <<<