Semarang- Anggota Komisi C (bidang keuangan) DPRD Jateng Bambang Eko Purnomo mengatakan, Komisinya segera melakukan kajian atas potensi kenaikan target dividen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jateng pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018. Berdasarkan realisasi dividen 10 BUMD hingga semester I-2018 yang mencapai 96,28 persen dari target sepanjang tahun ini atau Rp 441,32 miliar, maka masih memungkinkan targetnya dinaikkan.
"Dividen itu kinerja tahun kemarin yang disetorkan tahun ini. Tapi melihat capaian setinggi itu (96,28 persen), Komisi C akan melakukan kajian agar potensi kenaikkan target dividen masuk di perubahan (APBD 2018)," ujar anggota Fraksi Partai Demokrat itu, Senin (11/9).
Bambang Eko Purnomo menilai, pencapaian 96,28 persen pada semester I itu jauh lebih tinggi dari target 50 persen di tengah tahun. Hal itu juga berarti pertumbuhan ekonomi Jateng cukup bagus, tidak terpengaruh dengan inflasi maupun nilai tukar.
"Namun BUMD tidak boleh berpuas diri. Harus terus menggenjot kinerja sehingga setoran dividen dapat meningkat," tegas pria yang juga Ketua Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila Jateng itu.
Untuk diketahui, 10 BUMD milik Pemprov Jatim tahun lalu saja mampu menyumbang dividen hampir Rp 3 triliun.
Dalam rakor pengendalian pelaksanaan APBD Jateng disebutkan, sejumlah BUMD yang berhasil merealisasikan dividen 100 persen target. PT Bank Jateng sebesar Rp 341,13 miliar dari target pada APBD 2018 Rp 333 miliar dinaikkan pada APBD Perubahan jadi Rp 341,13 miliar.
PT SPJT dari target APBD Rp 20,3 miliar, naik menjadi Rp 20,9 (APBD-P). Sedang yang melampaui target PT Jamkrida Rp 3,04 miliar (110,76 persen), PDAB Tirta Utama Rp 3,3 miliar (100,47 persen) dan PT SPHC Rp 7,2 miliar (103,18 persen).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar